Akhir Tahun Nih, Yuk Saatnya Ibu Evaluasi Keuangan Bisnis

0
129
evaluasi keuangan

Ibupreneur, kerasa gak kalo mood awal bulan sama akhir bulan suka beda?

Disadari atau gak, kondisi keuangan itu memang mempengaruhi kondisi mental kita. Apalagi buat Ibu yang berbisnis sebagai profesi utama atau sampingan, makin bertambah deh tanggung jawabnya selain mengelola keuangan keluarga juga harus mengatur arus kas bisnis.

Tapi hati-hati ya Bu, jangan sampai tadinya berbisnis supaya happy, malah berujung nambah tekanan hidup. Nah, jadi gimana dong caranya berbisnis minim stress?

Kali ini kita bakal kupas tuntas strategi tumbuh berbisnis dari sisi keuangan. Mumpung akhir tahun kan, yuk kita latihan evaluasi keuangan yang hasilnya bisa bikin kita lebih jelas buat atur target dan menakar kesehatan bisnis kita.

TUJUAN EVALUASI KEUANGAN BISNIS

Dalam berbisnis, mengevaluasi keuangan itu sangat penting buat dasar kita mengambil berbagai keputusan objektif. Menurut pendiri Financial Wisdom Eko P. Pratomo, evaluasi keuangan punya beberapa tujuan. Pertama, melihat dan menilai target yang dibuat sebelumnya, apakah tercapai atau tidak. Kedua, Ibu bisa mengetahui informasi seperti pola konsumsi, penjualan, dan lainnya dari bisnis yang Ibu geluti, misalnya pembelian modal usaha mana yang bisa dibeli grosir supaya lebih hemat tapi tidak overstock. Dengan berkala cek pengeluaran sesuai rencana, bikin Ibu lebih sadar diri ketika akan melakukan transaksi bisnis selanjutnya.

Selain itu, evaluasi keuangan juga bermanfaat untuk perbaikan dan rencana kerja bisnis di tahun berikutnya.

Wah, pas nih mumpung akhir tahun. Sudahkah Ibu bersiap melakukan evaluasi keuangan?

Yuk sekarang coba kita lihat gimana caranya melakukan evaluasi bisnis supaya kondisi rekening tetap sehat dan anti stress buat Ibu.

EVALUASI KEUANGAN, LEBIH DARI CEK PENGELUARAN SESUAI RENCANA

Sebelum melakukan evaluasi keuangan bisnis, pastikan bahan yang mau dinilainya sudah lengkap, Bu. Ini yang bisa Ibupreneur lakukan terlebih dulu:

1.Catat Pemasukan dan Pengeluaran Secara Detail

Terdengar gampang ya Bu, tapi seringnya malah suka digampangin sampe numpuk berminggu atau berbulan-bulan. Nah, kalo udah gini berasa kewalahan gak si Bu, kaya mengurai benang kusut.

Kuncinya, catat aja dulu Bu. Apapun kondisi keuangan bisnis Ibu sekarang, jangan jadi overthinking, jadikan ini rutinitas wajib setiap harinya. Dengan melakukannya setiap hari, Ibu terlatih buat selalu cek pengeluaran sesuai rencana, nantinya akan minim bocor sana sini Bu.

Selain jumlah uangnya, juga detail seperti pembelian dari vendor mana melalui marketplace apa, dan lainnya. Ini berguna banget loh kalau kita mau membandingkan supplier termurah, atau membeli ulang.

TIPS Bu Mina: Usahakan bertransaksi secara online supaya kita lebih mudah cari catatannya, bahkan sudah ada aplikasi yang menawarkan rekap transaksi dalam satu periode tertentu. Auto rapi deh Bu, mantap!

2. Cek Progress Bisnis Dibandingkan Proyeksi Keuangan Awal

Pasti Ibupreneur mau bisnisnya terus berkembang kan Bu?

Proyeksi keuangan penting dilakukan buat mempertimbangkan investasi dan target yang harus dilakukan demi mencapai satu titik yang kita mau. Misalnya nih, Bu Mina mau bikin produk baru berikutnya, nah berapa sih biaya modal tambahannya dan harus kejual berapa sampai bisa balik modal.

Proyeksi ini juga bisa loh dipake buat menggaet investor. Dengan proyeksi keuangan Ibu juga bisa memastikan keberlanjutan bisnis Ibu, sebelum “abis bensin” di tengah jalan, strategi apa nih yang harus dilakukan biar bisnis jalan terus. Nah, waktu mengevaluasi keuangan ya pasti kita punya dasarnya buat tahu sudah capai target belum, sudah sehat belum, disinilah proyeksi keuangan jadi dasar Ibu mengukur progress bisnismu.

TIPS Bu Mina: Proyeksi keuangan tidak sama dengan budgeting yah Bu. Biasanya proyeksi keuangan itu untuk jangka panjang (misal lima tahun) sesuai rencana pengembangan bisnis dan belum terlalu detail. Budgeting itu biasanya untuk jangka waktu pendek (satu tahun), atau bahkan project tertentu, misalnya pengembangan website brand kita dengan daftar yang rinci.

  1. Tetap Hemat

Hemat, alias efisien ya Bu.

Setiap bisnis rintisan biasanya punya keterbatasan di modal. Kecuali Ibu adalah anak crazy rich, ya berarti harus jago merampingkan pengeluaran bisnis demi keuangan yang sehat.

Penghasilan yang didapatkan dari bisnis belum tentu selalu lancar setiap bulannya, kan Bu? Nah, menahan diri dengan tetap berhemat itu cara bijak, jaga-jaga kalau nanti ada masalah keuangan di masa depan, Ibu masih punya bemper buat tetap bertahan. Sebagai contoh ya, alih-alih ketemuan dengan partner atau tim di co-working space dan restoran, Ibu bisa gunakan aplikasi komunikasi daring dulu. Pun begitu kalau Ibu mau membuat aktivitas promosi, sebisa mungkin online Bu. Lebih efisien di waktu dan biaya juga Bu.

TIPS Bu Mina: Pertimbangkan efisiensi bukan cuma dari nilai uang yah Bu, tapi value creation secara keseluruhan. Misalkan, memang sih lebih hemat kalau ketemuan online, tapi kalau ternyata networking sama partner sambil ngobrol santai di coffee shop bikin kerjasama makin erat, why not? Atau, lebih baik rekrut tim baru buat handle administrasi supaya Ibu bisa fokus ke hal yang lebih besar buat kemajuan bisnis Ibu.

Supaya selalu sadar untuk tetap efisien, selalu cek pengeluaran sesuai rencana ya Bu, jadi bukan sekedar “kayanya” masih ada deh budget buat ini itu, padahal sudah menipis.

2. Disiplin Evaluasi

Nah ini, kunci yang terakhir adalah disiplin evaluasi bisnis. Luangkan waktu buat fokus melakukan evaluasi perkembangan bisnis. Proses ini harus dilakukan berkala ya Bu. Ada dua periode waktu yang tepat buat Ibupreneur melakukannya, yaitu:

  1. Evaluasi secara rutin dan berkala. Nah ini maksudnya Ibu melakukan evaluasi secara bulanan, triwulan, tiap semester ataupun tahunan.
  2. Atau bisa juga dilakukan evaluasi insidental, yaitu Ibu melakukan evaluasi saat apabila ada masalah yang membuat cash flow Ibu secara signifikan terganggu.

Lalu apa yang Ibu dapat dari evaluasinya?

Bagus atau jeleknya raport keuangan bisnis Ibu, tapi angka gak akan bohong, justru bikin Ibu makin ngeh dimana posisi bisnis Ibu sekarang. Berkat evaluasi ini, Ibu jadi tahu apa yang harus dibenahi, ditingkatkan, atau diganti supaya keuangan semakin sehat.

TIPS Bu Mina: Cek laba-rugi, neraca, arus kas. Informasi dasar ini harus Ibu dilakukan teratur ya Bu minimal sebulan sekali.

KONDISI KEUANGAN MENGUNGKAP PERFORMA BISNIS IBU

Ibupreneur, sebagai sesama pelaku bisnis nih, penting banget buat tahu cara mengatur keuangan yang baik. Bukan cuma mencatat uang masuk dan cek pengeluaran sesuai rencana aja ya, tapi juga supaya bisa scale up jadi bisnis yang lebih besar, mengambil keputusan tepat berdasarkan hasil evaluasi bisnis secara berkala. Jangan sampai kita kaget, eh tau-tau uang kas habis atau malah minus.

Nah, disitulah punya dana darurat terasa bermanfaat ya Bu, sejumlah uang yang Ibu sisihkan buat mengantisipasi hal-hal tak terduga terjadi dalam bisnis, misalnya kecelakaan kerja, kerusakan produk, dan lain-lain.

Merugi dalam berbisnis itu normal kok bu, apalagi dalam tahap awal. Tapi kalau masih “merah” juga setelah beberapa waktu, artinya Ibu mesti bikin strategi baru terkait produk dan aktivitas bisnis Ibu.

Wah, seru yah Bu, jadi Ibupreneur tuh memang bikin kita naik kelas. Awalnya kepaksa, tapi akhirnya Ibu punya ilmu keuangan yang makin canggih. Beberapa cara di atas bisa terus dipraktekin nih supaya ibu makin jago atur keuangan bisnis. Yuk Ibupreneur segera cicil rapihin laporan keuangan dan evaluasi tuk bantu Ibu membuat strategi bisnis paripurna di 2022!

Level up! Yuk belajar lebih banyak lagi tentang keuangan bisnis di sini

Ibu juga bisa gunain pocket dari Bank Jago untuk membagi budgeting bisnis sesuai peruntukannya, lho.

Artikel by : Wa Ode Eka SL, telah dipublish tanggal 22, Des 2021

Link Artikel : Silahkan diklik

back to top