Belajar Mengaji untuk anak

0
672

Hello Moms, siapa disini yang sudah bosan selama 8 bulan di rumah dan anak-anak pun tak kunjung ke sekolah. Nah kali ini mungkin kita cerita sedikit bagaimana pengalaman Mommies ngurus anak-anak dalam hal belajar selama pandemik yah. Saya yakin banyak suka dukanya dan saya pun merasakan hal yang serupa. Serunya kita bisa stay at home dan mendampingi mereka 1×24 hours, susahnya? emosi dan butuh stok sabar yang menggunung, hehe. Nah saya banyak menerima saran dan DM karena sejak bulan lalu Clemira sudah saya ikutkan les mengaji. Loh kok bisa ~~ Nah saya sedikit share mengenai pembelajaran/perkenalan agama buat anak dan pengalaman saya untuk memperkenalkan Cle dengan mengaji. Let’s check it out moms 🙂

Sebagai seorang muslim, tentu saya sebagai Mammi Cle harus mampu mengajarkan berbagai macam bentuk aturan hidup maupun ibadah yang harus ditaati serta dilakukan bagi setiap anak. Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkannya untuk mengaji yang merupakan salah satu hal wajib bagi kaum muslimin agar dapat membaca Al-Quran. Mengaji dapat diajarkan oleh orang tua, guru privat atau anak mampu berinteraksi secara otodidak. Dari kecil memang Cle slalu saya biasakan megajarkan agama dengan nyanyian yang saya buat sendiri atau dengan hafalan surat-surat pendek jadi secara tidak langsung mereka menyerap di alam bawah sadarnya.

Sebenarnya keputusan saya untuk memasukan Cle ke les mengaji sudah masuk dalam plan saya sejak ia berusia 2 tahun, hanya saja karena terbentur dengan jadwal sekolahnya yang mengikuti aturan office hour alhasil belum menemukan timing yang tepat, dan setelah ada pandemik begini sekaligus mendapatkan guru ngaji yang pas alhamdulilah ia bisa join dan alhamdulilah sudah bisa menghafal beberapa huruf Hijaiyah walaupun lari-lari ya moms, maklum saja masih anak-anak jadi mesti ikutin mood mereka. Ok saya banyak pertanyaan yang ditanyakan ke saya, kok sudah berani dileskan secara offline kenapa ngga pilih les online saja. Yah ada plus minus nih moms, ok saya mungkin akan lebih explain di offline ya, kalo untuk online saya akan share pengalaman teman-teman saya yang ikut kelas online mengaji, jadi ngga in-depth sekali moms~~

Mengaji Offline

Alternatif inilah yang saya pilih mom untuk Cle. Ada beberapa pertimbangan buat saya kenapa memilih offline untuk mengaji. Clemira adalah anak yang sangat aktif dan dia tipikal belajar otodidak dan tidak suka diajari oleh orang yang dia kenal seperti keluarga termasuk mamminya sendiri, alhasil saya memilih guru privat buat dia. Intinya kenali karakter si anak ya moms, mereka tipikal suka belajar seperti apa dan maunya apa, karena kalo kita sudah tau celahnya akan mudah kita sebagai orang tua untuk menyesuaikannya. Nah ini beberapa gambaran plus minusnya kalo mommies pilih belajar mengaji offline:

Plusnya : Dari segi biaya kursusnya pasti lebih ekonomis dibandingkan dengan online dari segi tenaga pengajar, biaya kuota yang keluar atau lainnya, selain itu dari waktu pengajaran biasanya offline waktunya lebih lama dan intensif, senin-jumat dengan durasi maksimal satu jam. Selain itu anak-anak intens diajarkan pengenalan dengan huruf hijaiyah one by one hingga mereka mengerti dan hafal. Anak-anak juga diajarkan untuk hafalan surat-surat pendek satu persatu. Pengalaman saya selama belajar secara langsung, 1 minggu Clemira belajar mengaji dia sudah bisa tegak menulis huruf Hijaiyah walaupun perlu kita apik dalam hal mengajarkannya ya, mungkin kita sebagai orangtua hanya membutuhkan mengajarkan pengulangan dari materi yang sudah diajarkan sebelumnya. Selain itu anak juga ngga akan boring selama belajar karena ia bisa bertatap muka secara langsung dengan guru dan teman-temannya.

Minusnya : Kita tidak bisa mendampingi selama proses mengaji jadi anak bisa belajar mandiri sih plusnya, selain itu dari segi waktu tidak dapat memilih jam belajar karena sudah ditentukan di awal, tidak mendapat modul pembelajaran yang terstruktur layaknya kelas online, Jumah anak didik tidak dibatasi jadi bebas untuk masuk kapanpun.

Mengaji Online

Ok dari namanya online berarti sistem belajarnya melalui tatap muka by online ya moms, misalkan menggunakan zoom, m-teams atau google meet ataupun media lainnya. Jika mendengar beberapa pengalaman mommies sih, cara ini dipilih rata-rata karena beberapa orangtua masih worry dengan pandemik yang tak kunjung usai, jadi better untuk les online dibandingkan touch dengan orang lain, back to your choice lagi ya moms. Ok sebenarnya sama seperti offline, belajar online juga memiliki plus minusnya diantaranya :

Plusnya: Jumlah anak-anak yang diajari pastinya dibatasi, biasanya paling banyak 5 orang, yang bermanfaat untuk efektif dalam hal guru tersebut mengajarkan, pengajaran juga akan terstruktur dan diberikan panduan/modul lengkap dalam hal belajar dimana ini akan tersistematis dalam hal belajar dan orangtua/ wali wajib mendampingi si anak dalam prose pembelajarannya, nah disini mau ngga mau proses berkembangnya anak akan terkontrol ya moms.

Minusnya : Dari segi biaya, harga online jauh lebih mahal bahkan bisa 3x lipat dari offline, sebagian anak-anak belum bahkan tidak siap untuk belajar online yang melalui media perantara (tidak direct) serta kebanyakan orangtua susah membagi waktu saat proses belajar dimulai dengan pekerjaan mereka saat WFH.

Jadi apakah mommies sudah memilih alternatif apa yang akan diambil. Ingat ya moms ikuti kemauan si anak, dalam hal mengenalkan agama sama setidaknya ada basic yang kita tanamkan sedini mungkin, kenali siapa tuhannya, apa agamanya, atau hal dasar dan kewajibannya yang mesti ia lakukan sebagai umat beragama, kemudia baru masuk fase ke lebih tinggi yaitu bagaimana dia mengamalkan Al-Quran dan lainnya. Kuncinya hanya kesabaran dan tidak memaksa. Berangkat dari pengalaman saya hingga Cle bisa dilepas di tempat mengajinya adalah trust, saya biarkan Cle belajar dengan caranya sendiri, walaupun dia nanti akhirnya lelarian, naik turun kursi ataupun ngedumel tidak usah khawatir karena itu adalah bagian dari proses dia belajar. BIarkan dia menemukan feel belajar versi mereka ya moms, kita hanya mengarahkan dan mengamatinya. Manfaatkan waktu pandemik ini untuk tetap in touch dan bonding dengan anak-anak ya moms karna buat kita yang working mom hal ini sungguh langka namun butuh kesabaran tentunya :)~

back to top