Toddler bertanya

0
255

Ada yang pernah rasain ditanya terus ama anak ngga? Dan sekarang anak saya sendiri muncul dengan pertanyaan-pertanyaan yang ajaib. Pertanyaan kenapa begini atau kenapa begitu pun ngga cuma dilontarkan sekali dua kali. ngga sih. Pokoknya setiap ada hal baru, anak jadi sering bertanya kenapa.

Untuk hal lama atau yang sebelumnya juga sudah pernah dijelaskan, si anak itu masih tetap bertanya. Kalau sudah begini, kesabaran pun mulai diuji. Apalagi jika mommies termasuk orang tua yang sibuk dengan pekerjaan segunung semaca saya. Sedikit cerita mengenai perkembangan Cle yang benar-benar toddler aktif. Bersyukur karena tiap hari pasti saya amaze aja dengan daya pikir cepat dan selalu ajaib. Dia termasuk orang yang sangat disiplin, mandiri dan apik. Kenapa begitu tiap hari ia akan bangun tepat waktu tanpa di suruh, bahkan dia akan langsung mandi dan duduk makan, nah kalo sarapan moody ya moms, kadang sendiri terkadang saya mesti turun tangan.

Menginjak usia 3 tahun ini banyak sekali pertanyaan yang kadang di luar nalar saya. Jadi kalo ditanya, mamminya suka jawab spontan saja. Misalkan ketika saya sedang melukis, dia langsung tanggap logo apa yang saya lukis dan warna apa yang akan saya pakai, lalu dia bilang mami kenapa logo BTS warna purple, wadaww..itu langsung saya jelaskan secara singkat dengan kalimat andalan,”karna anggoa BTS suka purple” hahahaha padahal bukan. Ngga puas rasanya mungkin dengan jawaban saya lalu dia tanya lagi, ohh gitu emang semuanya suka purple ya? lalu yaudah saya letakkan alat lukis saya dan menjelaskan semua hal kenapa muncul warna purple tersebut.

Bukan hanya itu saja moms, bahkan ketika saya duduk santai, dia akan bertanya mammi udah selesai kerjanya? saya bilang mammi istirahat dulu, oh gitu emang bosnya ngga marah, hahaha rasanya wadawww. Tetapi mungkin di masanya yang sekarang kita mesti hati-hati dalam menjawab setiap pertanyaannya.

Beberapa bulan terakhir ini, hobi Cle beralih menjadi main sepatu roda dan ballet. Awalnya iya bertanya mammi itu apa dengan menunjuk apa yang dimainkan anak-anak diapartment. Lalu saya jelaskanlah itu namanya sepatu roda, lalu ditanya lagi hah what?? dia bingung lalu saya jelaskan..bla..bla..Keesokan harinya dia bilang mami Cle mau sepatu roda, lalu saya balik bertanya buat apa?dan alasan dia. Mungkin konsep pemikiran saya yang selalu melibatkan apa dan mengapa, makanya Cle jadi berpikir ask and answer. Lalu dia bilang, I Like that! saya tanya kenapa tiba-tiba? Are you sure to play it? Dia jawab Yes Mammi. Ok karna saya selalu percaya dengan kemampuan dia, saya belikanlah dia, lalu hanya dalam waktu 2 hari dia sudah bisa jalan dan berlari sendiri dengan sepatu rodanya. Sumpah speechless sih. Namun karena covid di Jakarta tinggi lagi alhasil yang tadinya mau ikut lomba akhirnya mesti batal sampe waktu berikutnya.

Dari sini saya belajar, bahwa setiap anak itu punya kemampuan berbeda dan luar biasa. Kebetulan Cle anak yang supportif dan bertanggung jawab, saya mengajarinya pikirkan dan lakukan. Sebelum bertindak pikirkan dahulu matang-matang baru action. Mungkin konsep ini yang ia pakai sebelum memutuskan pilihannya untuk mempunya sepatu roda. Oyah, jauh sebelum ia mahir bersepatu roda, banyak pertanyaan yang hampir ngga bisa saya jawab, dia tanya perbedaan sepatu roda dan roller blade dan skateboard, makanya ketika dia bilang belikan sepatu roda ohh saya pikir dia sudah siap segala risikonya misalkan jatuh, luka atau berdarah.

Cara Menghadapi Anak yang Bertanya

1.Respon mereka dengan baik. Hal ini yang saya terapkan kepada Cle dari dulu. Secara tidak langsung mommies mengajarkan mereka untuk menghargai orang lain. Kenapa saya bilang gitu, karena ketika orang bertanya kita mesti menjawabnya, entah pertanyaan tersebut bisa kita jawab atau tidak. Jadi ketika saya sebaliknya bertanya kepada Cle, ia akan responsif menjawabnya walaupun dengan kata ‘tidak tahu’. Tapi mungkin kebanyakan orangtua, anak belum selesai dengan pertanyaan mereka sudah langsung melontarkan kata tidak tahu, tanya saja ama ini..ama itu. Saya berusaha untuk tidak bersikap seperti itu, sama halnya saya menyakiti perasaan anak secara tidak langsung. Ada baiknya, kita bilang secara jujur. Contoh pertanyaan Cle yang pernah ia tanyakan adalah kenapa Mammi ngga minta maaf, lalu saya tanya, mammi salah apa? yes because you angry! (perasaan ngga pernah marah cuma, mungkin ketika saya sedang kerja nada bicara saya agak tinggi), haha nah ternyata anak peka nih moms. Alhasil saya mencoba menjawab pertanyaannya dengan jelas alasan kenapa “marah” versi dia, lalu saya meminta maaf. That’s clear. Anak pastinya akan welcoming untuk memeluk orangtuanya.

2.Jangan Cuek. Ini sebenarnya saya sudah ditegur beberapa kali karena sering cuek kalo saya sudah pegang HP. Lalu ia langsung comment, mammi taruh dulu hp-nya. Liat Cle, Cle mau ngomong. Wah kata-kata andalannya nih. Yang berarti jangan jadi cuek karena ia akan melontarkan suatu pertanyaan yang spektakuler. Atau mungkin saja, ketika anak-anak sedang bertanya kebanyakn parents cuek dan alhasil anak tidak mendapa jawaban yang diinginkan. Nah hati-hati ini bisa membuat mereka kecewa ya moms..

3.Eksplorasi dengan anak. Caranya misalkan begini, Cle pernah bertanya Mammi kenapa sih nyapu terus, lalu saya jawab karena kotor nak, jadi kalo mau lihat rumah kita bersih ngga ada sampah yah harus disapu dan di pel. Misalkan nih Cle habis makan wafer, pasti remah-remahnya jatuh kan, nah Cle mau ngga yang remah-reman tadi didatangi semut, trus Cle tidur dekat situ, pasti digigit semut kan. Dari situ tidak ada pertanyaan lagi seputar kebersihan, karena dia tau perbedaan bersih dan kotor. Jadi moms, ajak anak untuk berpikir secara nyata, bayangkan secara nyata dan ambil contoh yang simple untuk dapat mereka pahami.

4.Jangan berikan jawaban bohong. Saya sebisa mungkin selalu menjawab dengan kebenaran, dan jika saya ngga tahu saya akan bilang mammi ngga tahu dan saya akan tanya balik, emangnya apa ya itu. Terkadang untuk anak toddler pertanyaan mereka merupakan jebakan buat kita. Semacam prank kecil-kecilan. Saya ingat dulu Cle tanya, mengenai butterfly.. mammi butte kan ini yah (sambil menganmbil mentega di kitchen, fly itu gini kan terbang. Kenapa jadi kupu-kupu yah,hahahaha itu pertanyaan yang membuat saya sedikit bodoh beberapa menit. Alhasil saya terangkan satu persatu, Usahakan jujur ya moms, jawabannya jangan ngadi-ngadi deh, yakin kalo kita jawab dengan alur berbelit mereka akan terus nyecer jawaban dari kita.

Yang paling penting parents, jangan menjawab dengan nada marah atau kesal ya, mereka pasti akan takut bertanya kalo kita bertindak seperti itu. Jeleknya anak tidak akan menjadi anak pemberani, mereka akan menjadi orang pesimis karena apabila berbicara pasti ada perasaan takutnya. Saya sebisa mungkin selalu membebaskan Cle dalam eksplorasi di dunianya. Misalkan Cle sudah punya kamar sendiri, sebisa mungkin kita mesti jaga privacynya, ketika dia tutup kamarnya, mungkin dia sedang butuh sendiri dan bermain. Usahakan ketika kita bersama libatkan mereka dalam hal berkomunikasi. Contoh singkatnya gini, dulu saya kalo mau pesan makanan melalui aplikasi pasti bingung, duhh makan apa yah.. dan suatu waktu ternyata kalimat saya itu ditanggapi Cle, dia nyeletuk satay mammi, cle mau. Nah lohh

Nah dari situ saya kalo milih sesuatu, paling sering belanja online sih pasti nanya Cle, makan apa nih? mau rasa apa nih, warna apa yang bagus dek. Nanti ketika mereka dikasih pilih mereka respon pasti ada selipan kalimat alasannya, jadi kita ngga susah nanya kenapa suka ini, kenapa mau itu. Selamat mencoba ya moms 🙂 Jangan pernah lelah dalam mendidik anak dan usahak selalu ikhlas dalam mengasihi mereka.

back to top