Drakor Review ~ It’s Okay to Not Be Okay

0
799

Pasca tamatnya Drama Korea It’s Okay to Not Be Okay (Pscycho Diary), pasti masih banyak yang berharap drama ini bisa continue di session 2. Drama yang bukan hanya menyuguhkan hiburan, tapi edukasi dan perasaan. Ok kali ini karena banyak permintaan dan DM ke aku untuk review drama pertama Kim Soo Hyun alias aktor termahal Korea Selatan 2020 ini pasca wamil, well… this is my review and my version about it.

Pemeran Terbaik

Secara garis besar drama It’s Okay to Not Be Okay mengambil genre romantis. Bercerita tentang seorang penulis dongeng anak – anak populer Ko Moon Young (diperankan oleh Seo Ye Ji) dan seorang perawat spesialis psikiatri Moon Gang Tae (diperankan oleh Kim Soo Hyun). Kedua tokoh utama dalam drama ini menceritakan keduanya memiliki luka lama di masa kecilnya yang kemudian “saling menyembuhkan”. Moon Gang Tae memiliki seorang kakak/hyung yang bernama Moon Sang Tae (diperankan oleh Oh Jung Se). Moon Sang Tae ialah penderita autis dan sepanjang hidupnya, adiknya lah yang selalu merawat dan mendidiknya.

Kakak beradik ini dibesarkan oleh ibu tunggal dalam situasi sulit. Ibu mereka meninggal secara misterius ditangan “kupu-kupu” yang menjadi hewan ditakuti oleh Moon Sang Tae, hingga episode terakhir baru terungkap jika ada keterkaitannya dengan Ibu Ko Moon Young. Selain itu sosok Nam Juri teman Sang Tae pun menghiasi drama percintaan tersebut. Nam Juri adalah teman semasa kecil Moon Young yang juga teman dari Gang Tae di rumah sakit tempatnya bekerja. Nam Ju Ri menyukai Gang Tae sejak lama namun tak pernah berbalas hingga akhirnya menyerah dan merelakan cintanya ke orang lain.

Sosok Gang Tae menyimpan luka emosi terkait perkataan ibunya “kamu harus menjaga kakakmu sampai ajal menjemput,karena itulah ibu melahirkanmu”. Dari situlah Gang Tae beranggapan jika Ibunya hanya menyayangi kakaknya yang autis dan ia merasa beban dan tanggung jawabnya pada saat itu berat. Namun beban dan tanggung jawabnya inilah yang menjadikannya seorang dengan kepribadian yang mandiri, rasa simpati dan kesabaran yang besar. Walaupun ia marah atau kakaknya mrah ia tidak akan melemparkan kemarahan justru sebaliknya selalu bersikap dewasa dan penuh kesabaran. Selain itu Gang Tae pun idak percaya cinta sehingga ia tidak sanggup mengidentifikasi apa yang ia rasakan

Sementara Sang Tae yang hobi menggambar dan ingin menjadi seorang ilustrator, sangat menyukai buku-buku yang dihasilkan oleh , Ko Moon Young. Namun setelah Ko Moon Young secara tidak sengaja mengenal Gang Tae akhirnya mereka saling mencintai dan hal itulah memicu pertengkaran kakak beradik tersebut, Seakan ada cinta segitiga antara Moon Gang Tae – Ko Moon Young – Moon Sang Tae dikarenakan keduanya sangat membutuhkan peran Gang Tae. Alur cerita ini lucu, happy dan penuh dengan emosi karena misteri kupu-kupu didalamnya.

Toxic Family

Menjadi anak tunggal sekaligus memiliki nama besar dari orangtua memanglah beban mental tersendiri. Itulah Ko Moon Young. Ayahnya arsitek ternama dan ibunya penulis buku fiksi populer, saking cintanya dengan istrinya, Ko Dae Hwan (ayah Ko Moon Young) sengaja membangun kastil di tengah hutan untuk mereka tinggal, agar fokus istrinya tidak terganggu dalam menghasilkan karya. 

Namun Do Hui Jae (ibu Ko Moon Young) adalah seorang pasien sakit jiwa tanpa seragam rumah sakit. ia memiliki kencenderungan untuk mengatur secara berlebihan. mustahil mengatur suaminya, “penyakit” ini dilampiaskan pada Moon Young sepanjang masa kecilnya. Moon Young tidak memiliki teman dan selalu diatur bagai barang. pola perilaku berulang ini menciptakan sosok ibu selalu muncul dalam mimpi buruk Moon Young dalam wujud hantu.

Proses mental healing

Uniknya, karena drama ini sendiri memiliki latar belakang soal kesehatan mental, dan tempat kerja si tokoh utama adalah klinik kejiwaan, kita bisa menyaksikan aneka ragam gangguan jiwa dengan berbagai macam background, yang kebanyakan diakibatkan tekanan-tekanan kehidupan.

Selain itu pula memberikan pengetahuan dasar untuk mengatasi kesedihan sesaat akibat trauma dan stress. juga bagaimana menghadapi ketakutan, mimpi buruk, dan trauma dengan berani. salah satunya adalah dengan butterfly hug. teknik memeluk diri sendiri dengan kedua tangan menyilang sambil menepuk bahu secara bergantian. adegan Kim Soo Hyun menangis frustasi, juga ucapan direktur rumah sakit yang berkata “jika sedih menangislah, jika sakit mengaduhlah, tidak selalu menahan diri itu menyelesaikan masalah”merupakan bagian dari dukungan kepada para penyintas mental illness

Review Time

Saya sendiri takjub melihat drama yang ini, walaupun perolehan rating tidak terlalu baik, tapi saya rasa drama ini perlu di acungi jempol. Mulai pemain, setting, alur cerita, bahkan meaning of style untuk aktor dan aktrisnya memiliki arti sendiri. Drama ini termasuk berani dalam mengusung tema mental illness dan bagaimana kita menyikapi hal tersbut, banyak pelajaran yang kita ketahui bahwa bagaimana men-treat penderita autis dengan baik dan benar, dan bagaimana cara men-treat sesorang dengan kepribadian keras seperti Moon Young. Memaafkan, memaklumi, berdamai, rasanya hanya itu cara keluar dari penyakit masa lalu, sebagai manusia dewasa yang merupakan target segmentasi drama ini kita diajak untuk melihat perspektif keterbatasan orangtua.

Sebagai orangtua layaknya menjadi media dimana anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sama seperti anak/saudara kandungnya sendiri. Dengan tidak memaksakan kehendak orangtua, saya rasa itu cara terbaik agar anak tidak terkekang atau justru menjadi pribadi yang introvert. Dari drama ini kita bisa sadar bahwa anak pun memiliki peran dan perasaan yang baik agar mereka bisa menjadi pribadi yang baik dan generasi cerdas dimasa depan.

Buat mommies yang belum menonton, saya sangat merekomendasikan drama korea ini karena ada sedihnya sampai saya menangis, ada lucunya karena selain dari pemainnya ada pula versi animasi yang membuat penonton tidak merasa bosan dan ada edukasi yang mungkin selama ini saya ngga tau menjadi tau. Well i’ll give 5 stars for this drama. Recommended!

back to top