Mengajarkan Anak Kebaikan dengan cara “Meminta Maaf “

0
537

“Saya minta maaf ya, I’m sorry” kalimat ini terkadang susah banget buat kita yang sebagai orang dewasa untuk diucapkan, apalagi anak-anak. Meminta maaf dan memaafkan adalah 2 partisi yang berbeda dan keduanya sama-sama sulit. Namun gimana yah mengajarkan anak di usia dini untuk bisa dengan berani meminta maaf kepada orang lain ketika mereka melakukan kesalahan. Sebagai seorang ibu saya selalu membiasakan untuk Cle belajar meminta maaf. Tentunya setiap anak itu berbeda sifat ya moms. Untuk Cle dia tipikal anak yang keras, berani dan tegas. Saya tahu sifatnya muncul ketika dia memasuki usia toddler dimana usia ini sangat banyak meng-explore dan copy paste apa yang ia lihat dan dengarkan.

Tentunya sebagai orangtua, saya sebagai mamminya perlu mengajarkan Cle sedari dini belajar tentang berbagai perilaku yang baik termasuk berani untuk meminta maaf, saya membiasakan sejak ia bayi ketika ada perbuatan atau perkataan saya yang salah, akan segera meminta maaf. Which is dia pun akan menduplikasi apa yang kita lakukan. Lalu bagaimana sih melatih anak untuk bisa say sorry, dan gimana sih psikologis anak ketika mereka mengatakan kata Maaf.

*Pengalaman Saya*

Ok saya akan cerita sedikit mengenai Cle yang kian hari perkembangannya makin..makin interaktif dalam segala hal. Ketika pertama kali saya mengajarinya meminta maaf pada saat umurnya 1,5 tahun dimana ia sudah sedikit memahami apa yang saya katakan. Ketika itu ia ingin pergi sekolah dan entah mengapa moodnya swing setibanya di sekolah, biasanya ketika saya tinggal dan diambil Miss pasti dia segera sarapan dengan nurutnya. Ok mungkin pada saat itu memang Cle sedang Moody. Kemudian saya tenangkan dia karena posisinya Cle sedang menangis dan meronta-ronta ( *entah ini sungguh melow banget). Disatu sisi pada saat itu saya harus masuk kantor dan belum melakukan absensi. Karena sistem absensi saya ialah finger print dengan perhitungan flexi time otomatis satu menit pun berharga, karena ketika saya telat saya pun akan telat menjemput Cle dari sekolah. Ok lanjut, karena saya sudah menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk menenangkan Cle yang pada saat itu tidak mau saya tinggal, akhirnya saya gendong dia ke mobil, saya tenangkan, bicara layaknya kepada orang dewasa, tidak bertanya kepadanya tetapi lebih kekondisi kami pada saat itu. Saya afirmasi Cle dan memberikan berbagai penjelasana. Tetapi namanya juga anak-anak ya mom, jadi Tidak Bisa dipaksakan.

Saya bilang ama Cle “oke Mammi harus masuk kantor, mammi kerja setelah mammi kerja mammi jemput Cle dan Cle seperti biasa main dengan Miss dan teman-teman yah”, tetapi reaksinya justru lebih mewek dong. Disini saya sempat emosi, tapi saya butuh waktu 2 menit untuk inhale exhale dan diam. Mungkin disitu Cle bisa baca dan rasakan hati saya yah, jadi sempat agak calm down dan saya minta maaf klo ngga bisa bermain dengannya. Tetapi saya berjanji akan jemput dia dengan ontime dan main dirumah. Lalu saya suggest dia untuk balik meminta maaf kepada saya, karena sikapnya yang tidak seperti biasa dan merugikan kami berdua. Saya yang mesti telat masuk kantor dan ia telat makan dan belajar dengan teman-temannya. Jujur…Susahhhhhh banget moms disuruh minta maaf, apalagi dengan watak Cle yang keras, dia kalo ngerasa ngga berbuat salah, dia ngga akan meminta maaf tetapi kalo dia sadar dirinya salah, tanpa disuruh ia akan berbesar hati meminta maaf. Kesalahan saya disini adalah memaksakannya untuk meminta maaf dan perlu dicatat itu TIDAK BOLEH. Usahakan anak sendiri yang inisiatif untuk meminta maaf ya moms, supaya mereka ngga mereasa di Push oleh kita sebagai orangtua.

Mengajarkan anak kita meminta maaf atas tindakannya yang salah merupakan bentuk pembelajaran terhadap proses bersosialisasi anak kelak. Sebelum kita masuk bagaimana tips melatih agar anak bisa loyal untuk meminta maaf, kita pun mesti paham apa alasan kita mengajari mereka untuk bisa meminta maaf.

1.Anak memahami bahwa tindakannya salah

Pada umumnya, anak usia balita/toddler belum memahami kalau apa yang mereka lakukan adalah tindakan salah. Ketika Mommies menyuruhnya meminta maaf, anak pun cenderung bingung. Ini yang saya rasakan ke Cle, jadi ketika saya menyuruhnya meminta maaf ia bingung dan justru menangis, padahal dalam situasi ini orang tua perlu memberi tahu anak tentang benar dan salah, serta batasan yang dapat dilakukan dan tidak. Namun, jika anak belum mau meminta maaf atas perbuatannya, jangan dipaksa ya mom. Pahamilah, bahwa anak kita perlu waktu dalam proses belajarnya untuk benar-benar memahami makna mengaku salah. Dalam hal ini, kesabaran orang tua menjadi kunci utamanya.

2.Anak mesti tahu tidak boleh menyakiti kalau tak mau disakiti

Ketika menyakiti temannya, ajak anak membayangkan bagaimana jika dia berada pada posisi temannya yang baru disakiti. Saya biasanya memberikan contoh dengan memberikan nama kartun kesukaannya Frozen, saya bilang ” kasihan ya elsa kok kamu lempar sih, ayok ambil hug dia dan say sorry” Nah jurus itu ternyata mampu meluluhkah hati Cle, walaupun jika ketemu orang dan langsung minta maaf masih agak susah ya moms, hehe

3.Belajar bertanggung jawab

Ya, meminta maaf akan membantu melatih anak bertanggung jawab atas perbuatannya yang keliru. Anak yang lebih besar akan menyadari ada konsekuensi bila dia berbuat salah pada orang lain. Pemahaman ini tentu harus dilakukan dengan perlahan dan penuh kesabaran.

4.Tidak mengulangi kesalahan yang sama & mengajarkan berbuat baik

Bagian yang tersulit dari meminta maaf adalah memastikan si Kecil tidak mengulang kesalahan yang sama. Namun, praktiknya tentu tidak semudah perkataan maaf yang terucap. Butuh kesabaran dan pengajaran berulang agar mereka dapat selalu mengingatnya. Serta beri pengertian pada mereka bahwa dengan meminta maaf ketika berbuat salah, artinya dia sudah melakukan kebaikan.

Selanjutnya gimana sih buat melatih Anak agar bisa belajar Meminta Maaf, berikut ini tips dari saya dan siapa tahu manjur ya moms 🙂

Dengarkan Penjelasan Anak Terlebih Dahulu

Saat anak menghadapi konflik ketika bermain bersama teman, belum tentu ia yang melakukan kesalahan. Karena itu, sebaiknya sebagai orangtua mendengarkan penjelasan dan alasan mereka terlebih dahulu sebelum meminta anak untuk langsung minta maaf.  Jika si kecil melakukan kesalahan, barulah kita bisa menyampaikan bahwa hal yang dilakukannya bukanlah perbuatan yang baik. Tetap hargai pendapat mereka ya moms, karena anak kecil masih akan bereskpresi dengan tindakan spontannya.

Karena dengan mendengarkan penjelasan anak, kita akan lebih mengetahui bagaimana sudut pandangnya dalam melihat permasalahan yang terjadi antara dia dan temannya. Cara ini akan lebih memudahkan orangtua untuk menjelaskan kepada anak mengenai perbuatan yang telah dilakukannya dan alasan kenapa ia harus minta maaf.

Ajari anak Bersikap Jujur

Sikap ini yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan, sikap apa adanya, tidak ditutup-tutupi atau tidak berbohong. Sikap anak masih polos sehingga akan sangat mudah kita latih untuk bersikap jujur. Namun anak akan sulit untuk bersikap jujur apabila setiap melakukan kesalahan anak dimarahi orang tuanya atau dihukum. Hal demikian akan membuat anak takut untuk mengakui kesalahan. Jangan lupa ya moms beri mereka reward/penghargaan untuk kesalahan yang telah mereka lakukan, maksudnya adalah dengan kejujuran mereka dengan mengakui kesalahannya berikan mereka reward misalkan dengan senyuman, pelukan, ciuman kasih sayang atau bisa juga dengan pujian yang tidak berlebihan.

Beri contoh nyata

Ini adalah cara saya ketiga yaitu dengan cara kita memberikan contoh yang baik untuk anak. Anak-anak biasanya lebih sering menirukan orangtuanya dibandingkan apa yang mereka lihat di dunia luar. Karena hampir lebih 50% anak-anak akan belajar beradaptasi di inner circlenya. Oleh karena itu sebagai orangtua ketika mereka melakukan kesalahan, anak tersebut akan mencontohnya. Lalu bagaimana caranya. Ok mungkin diawal mommies bisa mengambil momment Lebaran, ajarkan anak untuk dapat saling memaafkan dari yang tua hingga yang muda. Lalu Dengan begitu anak mau mengakui kesalahan, anakpun akan cenderung dapat bersosialisasi dalam lingkungan dan dapat menjadikannya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia. Pada intinya berbuat baik dimulai dari si orang tua, kelak anak akan belajar bagaimana ia pun berbuat baik ke orang lain salah satunya meminta maaf.

Sampai sekarang pun saya sebagai mamminya Cleyang baik, masih banyak belajar bagaimana mendidik anak secara penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Tidak ada kata puas dalam hal mengajarkan. Namun perlu kita sadari perkembangan anak tidak dapat menjadi patokan. Didiklah anak dengan lembut dan baik bukan dengan kekasaran yang justru membuat si Anak menjadi takut dengan sosok ayah/ibunya. Semangat mommies 🙂

back to top