Cle masih ASI?

0
497

Pernah ngga sih mom, selalu ditanya orang “Emang ASI nya masih banyak?” atau “Emang masih pumping?” atau yang paling bikin dongkol “kenapa ngga dicampur sufor aja, kan bentar lagi 2 tahun? hmm….

Kalo saya sih mom cukup senyumin aja say, nah saya bakal cerita sedikit perjuangan meng-ASIhi Cle dari lahir sampai hamper 2 tahun.  Semoga ini bisa menjadikan pembelajaran bagi kita “SANG IBU” yang selalu berjuang untuk tetap selalu menjalankan ASI Eksklusif.

ASI itu sebenarnya kalo saya bisa bilang yaitu “NIAT”, kenapa? Karena dari hamil saya selalu punya niat, insya allah pengen banget ASI Eksklusif sampai 2 tahun. Namanya mommies milenial kan, saya termasuk orang yang lebih percaya pakar dan buku/referensi dibandingkan nanya ama orang yang sok tau, atau sok ngerti nih moms. Nah coba deh konsultasi di dokter anak/ spesialis laktasi, mereka pasti lebih ok pendapatnya mengenai ASI.

Jadi pas Cle lahir, saya sendiri ngga tau gimana rasanya menyusui, yang penting nempel2 aja di nipple kan udah, kelar? Tapi PR-nya adalah, seberapa banyak anak tersebut minum ASI-nya. Yaudah alhasil karena setelah melahirkan masih jetlag banget kan, saya ngga bisa buka HP alhasil cuma bisa nanya ama suster yang memang sudah menyusui. Syukur alhamdulilah untunya Cle itu benar-benar ngga riweh atau susah buat nenen, haha sampai sekarang kayaknya. Dan PR berikutnya adalah, Cle termasuk kuat banget dalam hal per-nenenan. Ini yang bikin aku concern gimana caranya menghasilkan produksi ASI yang baik dan banyak. Alhasil segala macam sayuran aku makan, mana belum lagi nahan luka di nipple kan mom,,,duh itu perihnya bukan main!!

Alhamdulilah drama new mom mengenai ASI lancar, sampai akhirnya Cle MPASI dan dia belum tersentuh setetespun dengan Susu Formula (SUFOR). Hal ini ngga mudah banget mom, karena saya bekerja disatu sisi pasokan susu Cle makin hari pasti makin berkurang di kulkas, sedangkan ritme kerja kita ngga bisa dipatok seperti waktu kita santai dirumah, ya kan…. Apalagi kalo mommies punya bos yang masya allah rempongnya.

Jadi, setelah saya ngantor lagi, saya jadwalkan pumping itu 3x selama dikantor, sebulan sampai 2bulan masih rutin jadwal pumping, dan pas dibulan ke 3 buyar semua, belum mesti meeting, alhasil geser waktu pumping, belum lagi ada panggilan dadakan dari BOD atau bos lainnya, huhh Cuma bisa elus dada. Tapi moms kalo mommies pernah ngerasain pas dikantor Cuma bawa pulang sedikit, jangan khawatir, saya pun merasakannya. Pas udah 2 jam lebih pumping saya hanya bawa 40 ml saja ke rumah. Sungguh itu stressnya bukan main loh..saya sampe nangis di ruang pumping dan ditenangin ama teman2 sesama pumpingers, ahaha..

Karena Ibu yang normal dan sehat rata-rata menghasilkan ASI (Air Susu Ibu) sebanyak 550 – 1000 ml setiap harinya kan moms. Nah kalo sampai ASI yang dikeluarkan ngga maksimal berarti ada yang salah dengan kondisi kita sebagai ibu. Nah pemicu yang paling utama itu adalah Stress. Jujur saya stress memang, punya bos yang ngga bisa mengerti kita sebagai ibu menyusui apalagi dengan kerjaan kantor yang super ribet, makanya kudu disayang buat mommies yang masih strong bekerja plus menyusui.

Jadi, apa yang harus Mommies lakukan saat mood Ibu sedang kurang baik? Tetap menyusui. Stress dan mood jelek memang bisa menghambat produksi ASI. Tapi, ini bukan berarti kita lalu harus berhenti dan menyerah menyusui saat sedang mengalami stress. Produksi ASI akan terus berjalan selama mommies melanjutkan menyusui meskipun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan si Kecil. Jujur saya ASI Eksklusif buat Cle ngga ada yang tahu bertahan sampai kapan, kalo maunya sih pasti 2 tahun mom, tapi seiring jalannya waktu alhamdulilah di umur Cle 20 bulan, dia masih terus ASI. Oh ya saya juga sempat pesimis karena Ibu saya dulu ngga sampaii 2 tahun hanya 3 bulan saja.

Mood jelek juga bisa diatasi jika kita lebih percaya diri dan tidak dalam kondisi kelelahan. Istirahat cukup terkadang bisa membantu Mommies memperbaiki mood sehingga memperlancar produksi ASI. Nah Saya ada beberapa tips yang memang saya lakukan juga supaya produksi ASI saya terus ada dan cukup untuk baby kita.

Tips Memperlancar ASI

1. Minum air putih

Banyak minum air akan membantu kita untuk menambah energi, menguatkan Anda dan menambah produksi ASI. Ini berguna banget buat mommies yang bekerja di dalam ruangan ber-AC. Saya mengalami banget kalo dalam kondisi dingin biasanya mager buat minum, tapi karena saya ingat stok ASI menipis, alhasil paksa aja minum mom, dan efeknya tokcer lah…

2. Cemilan

Siapkan banyak makanan camilan sehat bila Mommies mau. Klo memungkinkan pilih snack yang sehat ya, Mom. Hindari makanan instant yang mengandung MSG dan tinggi kadar garam. Camilan sehat membuat Anda tidak mudah lapar dan jauh dari stres. Tapi moms, prakteknya terkadang kita juga kangen akan kuahnya indomie, atau krezz nya ciki-cikian, kalo saya ngga maslaah dimakan asal nggak keseringan, kasian nanti anak kita jadi anak mecin deh …

3. Pijatan

Nah jujur kalo ini saya melakukan tapi jarang banget, karena saya dan Cle haya berdua jadi waktu senggag saya ketika Cle di sekolah dan saya pun sedang cuti otomatis wahhh surge buat ke Salon hanya sekedar pijat atau creambath. Buat Mommies yang waktunya banyak bisa meminta tolong saudara atau memanggil tukang pijat ke rumah untu memberikan pijatan yang menyehatkan serta bikin badan relax lagi. Setelah melahirkan, tubuh harus membutuhkan banyak sentuhan lembut untuk penyembuhan dan regenerasi.

4. Tidurlah Saat Bayi Tidur

Tidurlah bersama bayi saat ia sedang tidur. Sekali lagi, ini juga membangun ikatan antara kita dengan si kecil. Manfaatnya adalah menambah produksi air susu, mengurangi stres, menambah energi dan mood. Tetapi kalo saya, bisa tidur sekejap alhasil bau 10 menit udah bangun karena ngantuk suka mengalahkan kelaparan moms..hahhaa

5. Menanamkan Sikap dan Pikiran Positif

Akan ada masa di mana Mommies mungkin tidak dalam kondisi baik atau kurang maksimal dalam menyusui. Yang pertama kali harus kita lakukan adalah bersikap positif. Selanjutnya, carilah informasi dan sharing dengan sesama ibu menyusui untuk menemukan solusi.

Kalo saya perlu berkomunikasi dan berbagi dengan sesama ibu atau bidan yang mampu memahami kebutuhan dan perasaan kita di masa ini. Dan selama saya menyusui selalu berpositif thinking walaupun jujur saya tidak didukung 100 persen oleh *suami dalam hal menyusui.

SUAMI FAKTOR PENDUKUNG MENYUSUI

Dalam menyusui bayi, Mommies sebenarnya bukan hanya berjuang sendiri. Dibutuhkan peran serta dari seluruh anggota keluarga yang lain. Yang paling utama, suami tentunya.

“Sponsor Utama” : Suami ! Tahu ngga moms, ketika suami punya pengetahuan mengenai manfaat ASI untuk bayi, biasanya dia akan lebih mendukung kita untuk menyusui? Jadi ngga perlu heran kalo kamu merasa suami tidak mendukung Anda karena masih banyak pria yang keliru mengira menyusui hanya melibatkan Mommies dan bayi saja. Klo bisa beritahu suami tentang pentingnya kehadiran dan keterlibatannya dalam menentukan sukses atau tidaknya kita menyusui eksklusif.

Menyusui tidak hanya melelahkan secara fisik, tapi secara emosional juga menuntut. Apalagi pada masa awal menyusui pasti kita bakal menghadapi banyak kendala, ASI ngga keluar bahkan bisa sampai mengalami baby blues. Istri itu membutuhkan dukungan dan semangat dari pasangan. Coba beri istri dengan pujian, penghargaan atas usahanya, dan kata-kata yang bisa membangkitkan semangat istri untuk tidak menyerah dan berhenti menyusui.

Mendampingi istri menyusui adalah bagian dari kewajiban alamiah seorang suami, sekaligus tanggung jawab ayah pada anaknya. Belajarlah bersama-sama dengan istri akan lebih mudah. Bila memang suami jauh berikan pengertian buat istri, ganti waktu suami selama ia tidak bisa mendampingi istri, dan jangan jadikan istri dan anak sebagai beban ketika suami kembali kerumah. Karena suami yang baik adalah yang mengerti dan menghargai perasaan istri.

Jadi buat mommies yang bingung ASI atau pesimis bisa ASI Eksklusif sampai 2 tahun atau ngga, intinya jangan berpikir terlalu panjang. Berikan yang terbaik semampunya mommies, kadar ASI banyak atau sedikit itu biarlah tangan Tuhan yang bekerja, toh selama mommies mampu dan niatnya kuat tanpa embel-embel sufor, insha allah pasti bisa. Buktinya sampai hari ini saya masih percaya Cle bisa ASI sampai 2 tahun tanpa bantuan Sufor. Moms penting ditahu manfaat ASI dibandingkan sufor yah.. jadi menurut saya mau Sufor atau ASI yang penting tidak kurang bagi anak kita. Selamat Meng-ASIhi mommies… dan jangan lupa bahagia ya moms

back to top